Gendang Beleq merupakan salah satu kesenian tradisional yang telah
sangat lama berkembang dan dikenal dengan baik oleh masyarakat suku
Sasak. Dalam perjalanannya, kesenian tradisional Gendang Bedeq telah
mengalami pasang surut perkembangan. Bahkan, dengan perkembangan yang
sangat pesat pada akhir-akhir ini, kesenian tradisional Gendang Beleq
telah tumbuh kembali menjadi kesenian yang sangat populer pada seluruh
lapisan masyarakat suku Sasak.Nama kesenian Gendang Beleq keluarga rahayu, beralamatkan dusun kandang kaoq, desa tanjung, kec. tanjung, kab. lombok utara. Dewasa ini, Kesenian Gendang Beleq yang telah hadir ini di kabupaten lombok utara yang terbentuk sekitar tahun 2001 dulu yang di kepalai oleh H. Edy mulianto dan sempat terhenti beberapa tahun karena kepengurusan kurang baik maka pada tahun 2010 kemarin, di bentuklah kembali gendang beleq ini dengan nama yang sama dan ketua yang berbeda. yang mana sekarang di ketuai oleh Bapak sudirman belia adalah sosok seniman yang telah berpengalaman dalam bidang seni dan dulu juga ia pernah mengepalai kesenian budaya Cupak Gurantang Cempaka Kuning dusun kandang kaoq, dimana kesenian ini mengikuti alur zaman semakin tengelam.
Sebuah grup gendang beleq ini terdiri dari 18 – 25 orang yang semua anggotanya terdiri dari laki – laki. Gendang beleq (gendang besar ) ini terbuat dari kulit sapi, besi tua dan kayu yang panjangnya bisa mencapai lebih dari satu meter dan disandang pada pundak dua pemain dan terdiri dari peralatannya, antara lain:
- Dua buah gendang beleq yang disebut gendang mama (laki – laki) dan gendang nine (perempuan) berfungsi sebagai pembawa dinamika.
- Lima buah reong yang terdiri dari dua reong mama dan dua reong nina berfungsi sebagai pembawa melodi yang yang saling berpasangan dan satu penyelak berfungsi sebagai penyelaras irama melodi dari empat reong nina mama.
- Sebuah prembak beleq berfungsi sebagai alat ritmis
- Delapan buah prembak kodeq disebut juga ceng-ceng (somprang), berfungsi sebagai alat ritmis
- Sebuah petuk berfungsi sebagai alat ritmis
- Sebuah gong besar berfungsi sebagai alat ritmis
- Sebuah gong penyelak berfungsi sebagai alat ritmis
- Sebuah gong oncer berfungsi sebagai alat ritmis
- sebuah rincik yaitu ceng-ceng kecil yang dibariskan dalam tatakan berjumlah enam ceng-ceng dan 2 buah cengceng sebagai pemukul enam cengceng tadi.berfungsi sebagai penyelaras melodi ketika ceneceng tak bersuara.
untuk informasi lebih detail bisa menghubungi :
- sekertaris (jatriadi) Cp.
- pengarah (suriadi) Cp. 087864345619






Tidak ada komentar:
Posting Komentar